Beranda Nasional Ekonomi Seni Budaya Internasional Biografi Politik Hukum Kriminal Pemerintahan Foto Video Lelucon Muhasabah Otobiografi Pinggir Jurang Somasi Viral Berita Terbaru

Profil

Tentang Kami SUSUNAN REDAKSI Iklan

Ikuti Kami

Opini   

Antisipasi Kekalahan, Puan Sowan ke Luhut

Redaksi   |   Senin, 04 Desember 2023, 21:28 WIB   |   80 dibaca
Antisipasi Kekalahan, Puan Sowan ke Luhut

Luhut Binsar Panjaitan saat berbincang dengan Puan Maharani di Singapura. | Foto Instagram Puan

 

MEGAWATI Soekarnoputri jengkel. Jokowi sang kader kesayangan berpaling. Jokowi lebih memilih bergabung dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

 

Kejengkelan dimulai saat anak bungsu Jokowi Kaesang Pangarep jadi ketum PSI. Kejengkelan berlanjut saat adik ipar Jokowi Anwar Usman meloloskan Gibran Rakabuming Raka lewat putusan MK yang kontroversial itu. Puncaknya, putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka jadi cawapresnya Prabowo Subianto.

 

Megawati segera menggelontorkan perlawanan. Gibran dan Bobby Nasution dipecat dari PDIP. Jokowi pun dicap sebagai pengkhianat. Gibran yang dianggap anak ingusan dinilai tidak layak jadi cawapres.

 

Sejumlah anggota fraksi PDIP di DPR berencana melakukan hal interpelasi terkait putusan Mahkamah Konstitusi tentang batas usia cawapres. Capres Ganjar Pranowo bahkan memberikan nilai 5 terhadap kinerja Jokowi di bidang hukum.

 

Puncaknya, dalam pidatonya Megawati Soekarnoputri menuding Jokowi mirip orde baru. Kecurangan Pilpres mulai dituduhkan.

 

Ironisnya, gelombang serangan Megawati dan PDIP justru menaikkan elektabilitas Prabowo - Gibran di sejumlah survey. Sementara elektabilitas Ganjar - Mahfud justru turun.

 

Melihat fenomena ini, Puan Maharani membuat terobosan politik. Dengan gaya ayahnya Taufik Kiemas, Puan berupaya mencari jalan tengah.

 

Puan menemui Luhut Binsar Panjaitan di Singapura. Pembicaraan yang disebutnya ngeri-ngeri sedap itu, diduga merupakan langkah antisipatif jika Ganjar keok di Pilpres.

 

Puan tentu tak ingin PDIP keluar dari pemerintahan dan menjadi oposisi jika Prabowo menang. Ini tentu sebuah kerugian. Apalagi Jokowi sendiri tidak ingin PDIP berpisah darinya. Gaya politik Jokowi merangkul tentu akan dilakukan ketika Prabowo jadi presiden.

 

Namun, keinginan Puan bakal terganjal jika Megawati tetap memelihara kejengkelannya. Megawati yang dikenal keras ini bisa jadi memilih oposisi. Sebuah langkah ideologis demi menjaga marwah partai.

 

Bagaimana akhir kisah Pilpres 2024 ini. Menarik untuk terus diikuti. (Nurkholis, pimred bensor.co.id)

 

Baca Juga

Uang Bukan Segalanya

Redaksi

Uang Bukan Segalanya

Minggu, 18 Februari 2024 12:13 WIB

    DI era politik transaksional, pada Pemilu 2024 membuktikan bahwa uang bukan segalanya. Lihat saja salah satu konglomerat Indonesia, Ha

Bertekad Bantu Rakyat, Bang Jau Memilih Kembali ke Jalur Politik

Redaksi

Bertekad Bantu Rakyat, Bang Jau Memilih Kembali ke Jalur Politik

Sabtu, 03 Februari 2024 15:28 WIB

    "Usia muda adalah modal agar tangan terus terkepal, untuk arungi medan politik yang terjal." - Najwa Shihab   Kata-kata yang te

Antisipasi Kekalahan, Puan Sowan ke Luhut

Redaksi

Antisipasi Kekalahan, Puan Sowan ke Luhut

Senin, 04 Desember 2023 21:28 WIB

  MEGAWATI Soekarnoputri jengkel. Jokowi sang kader kesayangan berpaling. Jokowi lebih memilih bergabung dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024