Beranda Nasional Ekonomi Seni Budaya Internasional Biografi Politik Hukum Kriminal Pemerintahan Foto Video Lelucon Muhasabah Otobiografi Pinggir Jurang Somasi Viral Berita Terbaru

Profil

Tentang Kami SUSUNAN REDAKSI Iklan

Ikuti Kami

Hukum   

Bupati Lamtim Layak Ditangkap

Redaksi   |   Jumat, 09 Februari 2024, 21:59 WIB   |   210 dibaca
Bupati Lamtim Layak Ditangkap

Proses penyerahan uang dugaan korupsi oleh Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo di kantor Kejari setempat. | Foto istimewa

 

 

TEMUAN BPK RI Perwakilan Lampung tahun 2022 rupanya mengegerkan Pemda Lampung Timur. Anggaran makan minum bupati dan wakil bupati rupanya tidak sesuai kenyataan. Nilainya fantastis Rp 1,6 miliar.

 

Seperti dimuat di analisis.co, modus penyelewengan dilakukan dengan memalsukan tandatangan, cap, dan mark up atas belanja yang sebenarnya.

 

Seperti temuan pada CV S sebagai penyedia jasa makan minum. Tercatat menyampaikan laporan pertanggung-jawaban penggunaan anggaran sebesar Rp 1.017.418.000. Faktanya, terdapat selisih dengan nilai belanja yang sebenarnya mencapai Rp 656.304.750.

 

Lalu Rumah Makan B, yang didalam SPJ sebagai penyedia jasa makan minum sebesar Rp 267.438.000. Kenyataannya, tidak pernah ada transaksi.

 

Kemudian Rumah Makan SR, yang ditulis menerima jasa penyediaan makan minum untuk bupati-wakil bupati sebesar Rp 363.600.000, dan Warung D yang ditulis menerima jasa sebanyak Rp 477.900.000. Kedua tempat usaha ini sama sekali tidak pernah menerima jasa penyedia makan dan minum sebagaimana SPJ yang disampaikan ke BPK.

 

Tak ingin berbuntut panjang, Bupati Lampung Timur Dawam Raharjo buru-buru mengembalikan uang itu ke Kantor Kejari setempat, Selasa (6/2/2024). Dawam mengembalikan uang cash sebesar Rp 1.490.242.750.

 

Anehnya, pasca pemulangan uang ini, Kasi Pidsus Kejari Lamtim, Marwan, menyatakan perkara ini dihentikan penyelidikannya.

 

Sontak pernyataan ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

 

Tokoh masyarakat Lampung Alzier Dianis Thabranie angkat bicara. Pengembalian uang tidak bisa serta merta menghentikan perkara korupsi.

 

“Pengembalikan kerugian negara itu merupakan bukti nyata, jika yang bersangkutan diduga kuat terlibat dalam tindak pidana korupsi,” tegas Alzier.

 

Dengan uang anggaran yang pernah diambil sebelumnya, berarti sudah ada niat dan sudah ada perencanaan untuk melakukan tindak pidana korupsi. Perkara ini jelas adanya unsur tindak kejahatan anggaran. Semestinya, jika kejaksaan benar-benar melaksanakan tugasnya, Bupati Lamtim harus dan selayaknya ditangkap.

 

Dalam kasus korupsi KONI Lampung, meski kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar telah dikembalikan, tetapi proses hukumnya tetap berjalan. Bahkan, Kejati Lampung telah menetapkan dua tersangka. 

 

Kita ingin Kejati Lampung mengambil alih kasus ini. Segera tetapkan tersangka. Sehingga pemberantasan korupsi bisa ditegakkan. (Anto Octavian Toro)

 

Editor Kholis 

Baca Juga

Sopir Bus Eva Star Jadi Tersangka Kecelakaan Maut

Redaksi

Sopir Bus Eva Star Jadi Tersangka Kecelakaan Maut

Selasa, 27 Februari 2024 20:27 WIB

  Lampung Selatan, bensor.co.id - Polres Lampung Selatan tetapkan F (36) pengemudi bus Eva Star sebagai tersangka kecelakaan di gerbang tol seap

3 Pembacok Wartawan Ditangkap

Redaksi

3 Pembacok Wartawan Ditangkap

Minggu, 25 Februari 2024 13:19 WIB

  Lampung, bensor.co.id - Sering berselisih masalah pribadi, seorang wartawan dibacok. Tiga pelaku ditangkap, seorang lagi buron.   Pemba

Pencuri 48 Ton Inti Sawit di PTPN Diamankan Polsek Natar

Redaksi

Pencuri 48 Ton Inti Sawit di PTPN Diamankan Polsek Natar

Sabtu, 24 Februari 2024 21:38 WIB

  Lampung Selatan, bensor.co.id - Unit Reskrim Polsek Natar, berhasil memburu tiga pelaku pencurian inti sawit milik PTPN 1 Regional 7 Unit Rejo